Tanpa Judul

Wah sudah hampir dua tahun sejak post terakhir dan ternyata blog ini masih dikunjungi orang, berhubungan dengan SMA Semesta kebanyakan.

Setelah melihat video berjudul who owns your data di http://phdcomics.com/comics/archive.php?comicid=1788

maka saya memutuskan untuk menutup akun FB (mungkin akan saya cek lagi ketika ada isu berkaitan dengan beasiswa saja di akhir tahun, moga2 tidak perlu), LinkedIn dan juga Instagram, dan beberapa post tidak penting 😀 .

Mungkin saya ketularan orang Jerman soal privasi, hampir tidak ada teman saya bermedsos dengan nama palsu dan tambahan mereka juga jarang berkartu kredit, lebih suka cash, bahkan teman seruangan internet banking saja tidak punya.

Categories: Uncategorized | Tag: , | Tinggalkan komentar

Run, Lari, Run

Tsaaah, ini blog udah lama banget gak diupdate..
Untuk mengisi kekosongan, berikut reblog dari tulisan saya mengenai berlari..
Salam Olahraga!! 🙂

H2c-X

running

Kalo kalian ditanya, olahraga apa yang paling murah dan gampang? Kemungkinan besar pasti akan menjawab.. “LARI”!!
Jelas lah, lari bisa dilakukan siapa saja, kapan saja, di mana saja. Tidak butuh skill macem-macem, cukup dengan modal kaki. Tidak punya sepatu? nyeker pun jadi.

Berhubung saya tidak begitu ahli dalam olahraga lain, akhirnya saya pun mulai melatih diri untuk menjadi seorang runner. Apalagi teman-teman kantor juga cukup banyak yang hobi lari. Soalnya memang banyak banget manfaat yang  diperoleh dengan rutin berlari… di antaranya:

  1. Badan lebih sehat dan bugar karena berolahraga
  2. Membantu membakar lemak, bagi yang pengin langsing
  3. Melatih kekuatan paru-paru dan jantung
  4. Bisa mengurangi stress
  5. Memperkuat tulang, terutama tulang kaki
  6. Tidur bisa jadi lebih pulas
  7. Pas lari bisa sambil cuci mata #eh (melihat pemandangan alam maksudnya 😛 )
  8. Bisa melarikan diri dari kejaran preman, binatang buas, maupun zombie apocalypse.
  9. dan masih banyak lagi..

Saya sendiri sedang berusaha untuk merutinkan lari pagi…

Lihat pos aslinya 175 kata lagi

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

0 = 0

Piye yen ngene iki?

IMG-20130304-WA0001

*Jawaban PR beberapa mahasiswaku dan lebih pusing lagi ini di-copy paste -_-

Categories: Imamal Muttaqien | Tag: | 1 Komentar

Nyasar ke Sini

Tadi pagi aku iseng-iseng ngecek traffic blog ini.

Pas lihat di “search engine term”, ternyata ada yang menarik..

Kisah orang Muttaqin

 

Ternyata ada orang yang gugling dengan query “kisah orang-orang muttaqin”, dan alhasil jadi mengunjungi ke blog ini.

Yang dia cari kisah orang-orang muttaqin, yang didapet malah kisah-kisahnya Imamal abi,.. Nyasar deh, hehehe…

Wah, semoga saja sampeyan bener-bener muttaqin kayak namanya ya bi, biar orang itu gak nyesel mampir ke sini.. 🙂

Categories: Hendra Hadhil Choiri | Tag: | 1 Komentar

Sebuah kejadian gak penting setelah acara arisan yang diceritakan sebelum ini..
Emang gak penting sih.. tapi silakan dibaca lah kalo mau.. 🙂

H2c-X

Ceritanya Sabtu kemaren saya ke Depok buat ikut arisan alumni SMA saya. Tapi bukan acara arisan ini yang mau saya bahas, tapi kejadian setelahnya. Malam itu, setelah arisan selesai saya menginap di kosan Anas yang notabene mahasiswa UI. Nginepnya bareng Sunni dan Teguh.

Minggu siang saya dan Sunni kembali ke Jakarta naik kereta. Setelah turun di Stasiun Sudirman, kami berpisah. Sekitar jam 12 siang saya akhirnya tiba di kosan. Namun untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, ternyata saya tidak menemukan kunci kosan saya.

Untung saja ibu kost saya menyimpan kunci cadangannya, jadi saya langsung menelpon beliau. Wah, ternyata beliau tidak sedang di kosan dan baru kembali besok paginya. Nahloh, gak bisa masuk kamar donk saya..

kunci

Usaha selanjutnya adalah menemukan kunci yang raib. Saya periksa di seluruh bagian tas dan baju, nihil. Saya pun mengungsi ke masjid dekat kosan saya, lalu menghubungi Anas untuk mencarikan kunci tersebut. Curiganya tuh…

Lihat pos aslinya 361 kata lagi

Categories: Hendra Hadhil Choiri | Tinggalkan komentar

Imajimatika

Jadi, mulai Desember 2012, alumni SMA Semesta Semarang (SMA dimana saya habiskan masa remaja saya) mengadakan arisan. Tujuannya sih biar ngumpul-ngumpul. Maklum, jarang ngumpul. Mana jumlah muridnya sedikit, sekolah baru pula. Fyi, saya ini angkatan ke 7 yang lulus. Dan satu kelas pun sithik. Contohnya, angkatan saya itu cuman 77 orang, dibagi menjadi 4 kelas pula. Kalau bolos, pasti ketahuan. *ra penting

Arisan ini dihadiri oleh alumni Semesta yang ada di sekitar Jakarta. Arisan pertama diadakan di Kantor PASIAD di daerah Warung Buncit Jakarta. Setelah sebelumnya futsal dan dilanjutkan dengan nonbar Indonesia Malaysia (yang akhirnya kalah, telo). Yang hadir lumayan banyak.

Arisan ke dua, dilaksanakan di rumah Cetin Abi, di daerah Depok. Sebelumnya sempat futsal dulu di Sekolah Pribadi Depok. Arisan ke dua ini diadakan kemarin, tanggal 12 Januari 2013. Yang dapet kocokan-nya Saya (muahahaha) dan Husein Abi. Berikut ini foto orang-orang yang datang…

Lihat pos aslinya 196 kata lagi

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Dosakah fiksi??

Saat aku sedang searching tentang fiksi, aku menemukan suatu hal yang menarik. Hukum tentang fiksi.

Oleh: Asy Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan

Pertanyaan:
Apa hukum membaca dan menulis kisah fiksi dan cerita yang bisa membangkitkan imajinasi? dan apakah kisah-kisah ini membantu memperbaiki beragam masalah sosial, maka kisah-kisah ini diperbolehkan?

Jawab:
Kisah fiksi seperti ini merupakan kedustaan yang hanya menghabiskan waktu si penulis dan pembaca tanpa memberikan manfaat. Jadi lebih baik bagi seseorang untuk tidak menyibukkan diri dengan perkara ini (menulis atau membaca cerita fiksi-ed).
Apabila kegiatan membaca atau menulis kisah fiksi ini membuat seseorang lalai dari perkara yang hukumnya wajib, maka kegiatan ini hukumnya haram. Dan apabila kegiatan ini melalaikan seseorang dari perkara yang hukumnya sunnah maka kegiatan ini hukumnya makruh. Dalam setiap kondisi, waktu seorang muslim sangat berharga, jadi tidak boleh bagi dirinya untuk menghabiskan waktunya untuk perkara yang tidak ada manfaatnya.
(Fatwa Syaikh Fauzan di ad-Durar an-Naadhirah fil-Fataaawa al-Mu’aasirah – Pages 644-645, al-Fowzaan – ad-Da’wah 1516, Jumaada al-Oolaa 1416AH)
Diterjemahkan dari
http://www.fatwa-online.com/fataawa/miscellaneous/miscellaneous/0070823.htm untuk http://ulamasunnah.wordpress.com

Diambil dari http://yogya-area.blogspot.com/2012/02/aku-tentang-menulis-fiksi.html pada 04/01/2013 09.07

Aku tidak pernah memikirkan ini sebelumnya, tapi masuk akal juga ya. Fiksi hal yang bersifat imajinatif, tidak terjadi pada kenyataan, bisa juga tidak masuk akal. Kalau cerita yang masih bisa kita ambil hikmah atau pelajarannya sih mungkin tidak masalah, tapi bagaimana dengan fiksi yang bahkan tidak ada pesan moralnya sama sekali? Bukankah kita hanya membuang-buang waktu? Apalagi untuk novel fiksi yang tebalnya 500-1000 halaman. Yang sampai berhari-hari kita membacanya. Menghabiskan waktu luang yang sudah kita sisihkan dari hal-hal penting. Bukankah lebih baik kita membaca Al-Quran yang menghasilkan pahala dan ceritanya merupakan fakta, bukan hal bersifat imajinatif? Dan tentunya selalu ada pelajaran yang bisa kita ambil darinya bukan? Atau lebih baik juga jika kita membaca buku-buku berilmu seperti buku kuliah dkk, kan? Ah, mungkin juga lebih baik jika kita membaca cerita-cerita sahabat Rasul.

Oke, aku juga tidak munafik untuk mengakui bahwa aku lebih banyak membaca novel dan buku fiksi lainnya daripada membaca buku yang bermanfaat. Tapi tunggu, bukankah kita membaca novel buku fiksi untuk menghibur diri? Apa itu termasuk “bermanfaat”? Temanku mengatakan kalau menghibur diri dengan hal yg haram maka akan haram juga hukumnya. Jadi kalau novelnya halal maka halal begitu?

Entahlah, aku tidak paham. Yang aku pikirkan, bagaimana dengan nasib penulis-penulis fiksi? Bagaimanapun mereka mengarang, mengimajinasikan cerita mereka, tentu ada pesan moralnya bukan? Ingat unsur-unsur intrinsik cerpen dkk, pasti ada amanat yang diselipkan si penulis, kan? Jadi, apakah kita bisa menyimpulkan bahwa cerita-cerita fiksi itu bermanfaat, jadi kita bebas membaca dan menulisnya?

Ah, yang lebih menggalaukan lagi, bagaimana dengan film fiksi? Tentu akan berlaku hal yang sama. Dan jelas hukumnya untuk film-film yang tidak bermoral dan tidak pantas untuk ditonton. Lalu bagaimana dengan film-film lain? Mm, film yang mengandung sihir cukup menggalaukan. Kita tahu bahwa sihir merupakan perbuatan setan yang harus kita jauhkan dan kita hancurkan, bukan untuk dijadikan tontonan. Sihir itu musyrik. Jadi, apakah kita tidak boleh menonton film yang mengandung sihir? entahlah. Kata temanku, yang penting kita tidak ikut melakukan sihir.

Berhubung aku ingin menjadi filmmaker atau sutradara, jadi sudut pandangku di sini adalah bagaimana caranya membuat film fiksi yang “pantas” untuk ditonton. Maksud pantas di sini adalah tidak membuat penonton berdosa, tidak membuat pemain berdosa, tidak membuat aku sendiri berdosa tentunya. Ingat, menyuruh orang berbuat dosa itu dosanya lebih besar dari yang melakukan dosa loh.

Pertama, tidak membuat penonton berdosa itu berarti filmnya mempunyai amanat atau pesan moral yang baik untuk diambil penonton. Dan tentu filmnya bukan pemandangan yang membuat mata ikut berdosa juga.

Kedua, tidak membuat pemain berdosa. Nah ini yang sedikit membingungkan. Sebagai orang Indonesia yang berbudaya baik, kita tidak ada sedikitpun budaya kecupan, pelukan, dan sebagainya antar lawan jenis bukan? Mungkin ini lebih mudah dihindari. Tapi bagaimana dengan aku yang seorang muslim, tau bahwa perempuan harus menutup aurat, dan tidak bersentuhan antara laki-laki dan perempuan? Tentu aku tidak bisa sembarangan membuat skenario dan memilih pemain kan? Aku harus menghindari hal-hal yang di atas ada pada adegan filmku.

Ketiga, tidak membuat aku sendiri berdosa. Inilah yang paling susah, aku harus memenuhi syarat 1 dan 2 terlebih dahulu.

Tapi bagaimana caranya???? Bagaimana membuat film yang “pantas”, tapi tetap bagus dan menjual di dunia yang seperti ini???
Apa aku harus membuat film yang pemainnya laki-laki semua ya? kekeke. Ah, tentu ada cara lain kan? Orang Iran aja bisa (kata temenku).

Kata temenku: Makanya ini tantangannya kan?
Iya bener. Ini sebuah tantangan untukku menjadi A Great Moslem Filmmaker. Challenge accepted!!

I cannot change the world, but I may change people’s mind by being a filmmaker

Categories: Choirunnisa Fatima | Tag: , , | 1 Komentar

Bahkan Tuhan ma…

Bahkan Tuhan masih menerbitkan matahari dari timur, membiarkan bumi berevolusi pada orbitnya, dan membebaskan oksigen untukmu.
Meskipun kau tahu seberapa buruk manusia telah berbuat.

Al Baqarah 243 :
Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang keluar dari kampung halaman mereka, sedang mereka beribu-ribu (jumlahnya) karena takut mati; maka Allah berfirman kepada mereka: “Matilah kamu”, kemudian Allah menghidupkan mereka. Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.

Categories: Uncategorized | Tag: | Tinggalkan komentar

Ngitung Weton

Tulisan ini diambil dari note sy di Facebook, tanpa diedit sedikitpun…

Baru-baru ini saya dicurhatin seorang teman baik yang masih bujang, ya apalagi lah kalau bukan masalah perjodohan. Sebut saja “dia” (nama sengaja disamarkan), kalau tidak kenal dia mungkin cerita hidup akan lain. Nah-nah dia itu Bugis dan lahir di Jambi domisili ortu Jakarta ini singkat cerita sedang mempersiapkan pernikahan dengan calonnya perempuan Jawa kelahiran dan berdomisili di Jakarta.

Tiba-tiba dia bertanya kepadaku, dengan editing seperlunya berhubung saya lupa:

Dia: Mal, Senin Kliwon itu apa?

Aku: Oh hari pasaran di Jawa..

Dia: Ortunya ngitung Mal yang gitu2

Hmmmm, sampai hari ini banyak orang masih percaya tentang hari baik berdasarkan hari lahir, weton orang Jawa menyebutnya. Loh bukannya semua hari itu baik? Ya memang ini tradisi sih, tapi sepengetahuan saya ngitung weton ini malah akan menjadi rumit loh. Ingat masing-masing budaya juga memiliki “weton” tersendiri. Seperti yang kita kenal ada zodiak (akuarius, libra, scorpion dll) dalam mitologi Yunani, shio-shio di Cina, entah apa namanya dalam budaya Sunda maupun Bugis. Rumitnya adalah begini, anggap dia lahir jam 23.30 malam (atau mendekati batas pergantian hari lah) di Jambi, maka di Makassar sudah pukul 00.30, sudah masuk di hari yang berbeda. Nah dia harus menggunakan yang mana? Apalagi jika kemudian ternyata dalam dua hari berurutan itu memberikan hal yang bertolak belakang, mumet kan?

Dalam metode saintifik yang selama ini saya pelajari, jika ada berbagai metode untuk mengukur suatu hal, maka yang biasa dilakukan ya mengukur dengan menggunakan semua metode yang ada kemudian membandingkan hasilnya dan biasanya konvergen. Yang saya maksud di sini adalah semua ramalam astrologi yang ada: Sunda, Jawa, Bugis, Cina, Yunani dll. Saya kemudian bertanya: apakah semuanya konvergen memunculkan hasil yang sama? Atau malah divergen ga karuan? Hal lain yang jadi pertanyaan adalah, contoh seperti ini: apakah weton itu berlaku di tempat lain? Dia tidak mengenal kliwon, legi, pahing, pon maupun wage dan ini juga tidak dikenal di budaya Sunda. Nah saya yang Jawa dan hidup di tanah Sunda ini gimana hayo? Saya masih mending karena Jawa tulen, lalu bagaimana dengan yang campuran? Hoho

Sepengetahuan saya, dulu Rasul tidak menggunakan perwetonan ini, wong umur Khatidjah pas menikah saja simapng siur begitu juga umur Aisyah ketika menikah dengan Rasul, trus bagaimana perwetonannya? Kok saya googling ga ada? hahahahaha.(Presiden-presiden di Indo ada lho). Dalam pandangan saya, penanggalan itu dibuat pertama untuk keperluan Ibadah, masehi yang berdasarkan gerak semu matahari untuk penentuan waktu sholat dan sedangkan hijriah yang berdasarkan gerak bulan: masuknya bulan baru yang ujung-ujungnya untuk ibadah: puasa, haji. Selain itu ya untuk menunaikan hak dan kewajiban ketika berhubungan dengan orang lain, katakanlah membayar gaji.

Baik atau buruknya nasib sesorang tentu tidak ada kaitannya sama sekali dengan perwetonan dan bagi seorang muslim yang beriman lihatlah QS Al Ankabut ayat 2 dan 3 dan kemudian diresapi:

“Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan; “Kami telah beriman,” sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.”

Oh iya ini awal tahun, biasanya ada ramalan-ramalan ga jelas, hehe.

*ini sekedar pendapat saya pribadi lho

Categories: Imamal Muttaqien | Tag: , | Tinggalkan komentar

MonJujuju

Kalo orang-orang Bandung pasti taulah yang namanya MonJu atau Monumen Perjuangan.

monumen perjuangan rakyat jawa barat

Monumen ini terletak di kawasan Gasibu, sebelah utara Gedung Sate. Di sekitarnya ada gedung Telkom dan kampus Unpad Dipatiukur. Kemudian di depan MonJu ini ada Taman Kota, yang kalo hari Minggu dipake buat pasar kaget.

Nah, orang-orang Bandung pasti tau MonJu, tapi belum tentu tau kalo di dalemnya ada museumnya. Lha ini yg bikin aku kaget. Aku berhari-hari muter2 di Taman Kota loh, lagi syuting ceritanya. Tapi belum sama sekali masuk ke MonJu ini. Apalagi tau kalo ada museum di bawahnya.

Hari Kamis seminggu yang lalu, atau tanggal 20 Desember, aku dan teman sekamarku Imas lagi iseng nyewa sepeda dan jalan-jalan. Memang tujuan kami adalah Gasibu, tapi baru terlintas di otak kami, untuk masuk ke MonJu. Ternyata gerbang masuknya itu ada di belakang MonJu, di bawah pohon2 kelapa gitu (kayaknya pohon kelapa loh ya). Nah pas lagi nunggu Imas ke toilet, aku gak sengaja liat tupai!! hoho. Ah aku pengen punya tupai deh -,-

Setelah menitipkan sepeda di pos satpam, kami masuk deh ke MonJu. Dan kalo diliat dari deket, MonJu itu keren ternyata, haha. Coba aja deh kesana.

Kami bertemu satpam di sana dan terjadi percakapan ini:

Imas: Kok di sini sepi ya Pak?

Satpam: iya, soalnya kan yang boleh masuk yang mau belajar. Kalo mau main2 gak boleh

kami: …. (lah kami kan mau main2 haha)

Satpam: Kalo ini kan dapet izin kan

Kami: …. (iya sih izin dari satpam depan)

Satpam: Ini darimana SMK mana?

Aku: … (wah aku masih dikira anak SMA hahaha)

Imas: dari ITB pak

Satpam; oooh

Kami: … (Ini orang gak mikir aneh apa, emang ada kelompok studi tour cuma 2 orang, dari ITB lagi, kalo dari jurusan sejarah sih nyambung wkwk)

Ya jadi begitulah bagaimana kami bisa masuk ke museum di bawah MonJu. Museum itu isinya tentang benda2 bersejarah yang ada di Jawa Barat. Replika sih sebenernya. Kayak replika fosil-fosil yg ditemukan di Jabar gitu. Trus ada juga diorama-diorama tentang perjuangan rakyat Jabar. Lumayan keren kok dalemnya. Tapi memang baru diisi separo, jadi masih banyak yg kosong gitulah.

Jadi ceritanya, ruangan di bawah MonJu ini kosong selama 20 tahun. Baru pada tahun 2010 lalu, diisi oleh pemerintah Jabar dengan benda2 museum ini.

Oh ya, di dinding MonJu ada tulisan yang menurutku bagus. Wasiat untuk para pemuda. Ada versi bahasa Sundanya sebenarnya, tapi cuma yg bahasa Indonesia yang aku foto.

201212A001

Tulisan ini ditulis oleh 201212A002

Jadi beliau adalah seorang penulis asal Jawa Barat.

Membaca tulisan ini, apa coba yg aku pikirkan? aku berpikir untuk membuat sebuah film bergenre misteri, haha. Seperti memecahkan kode yang ada pada tulisan ini, kemudian berkeliling ke tempat bersejarah di Bandung dan menguak sebuah misteri yg tersembunyi, haha.

Ah, tapi yang terpenting adalah makna dari tulisan tersebut. Itu pesan untuk kita para pemuda yang dapat kita tafsirkan sendiri2.

Categories: Choirunnisa Fatima | Tag: , , | Tinggalkan komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.